• Kisah Nyata Hidup dan Bekerja di Tiga Benua

    7 Januari 2005, di balik kaca tebal setelah scan tas dan barang bawaan di bandara Soekarno-Hatta, saya melambaikan tangan kepada istri dan dua anak kami, plus segerombolan pasukan pengantar. Ya, saya diantarkan oleh dua keluarga besar kami, dari pihak saya dan istri. Cukup memalukan memang, tapi mereka ingin mengantarkan saya berangkat. Berangkat kemanakah saya? Haha, penasaran 'kan? Ikuti terus kisah nyata yang akan saya bagi menjadi beberapa sesi ini. Rencananya akan ada juga podcast yang bisa anda dengarkan sambil menemani aktifitas dan perjalanan.

    Woke, pertama, saya adalah seorang hotelier biasa dengan jalan hidup yang tidak biasa. Skill saya cukup saja, tidak juga melebihi ekspetasi. Yang wow dari saya (ini juga diakui para atasan saya di negeri sendiri dan luar negeri) adalah etos kerja yang gila. Di kala teman-teman saya SBT atau santai-ngobrol-sembari ngemil-sembari kerja di back area hotel, saya keringetan kerja tanpa bicara. Ya, saya masih makan hasil tukeran produk dengan anak kitchen sambil kerja, tapi saya melakukannya sambil ngumpet, dan sambil terus kerja.

    Tidak hanya kolega, para atasan langsung sampai manajemen pun mengakui bahwa saya memang gila kerja. Produktifitas saya sebagai seorang hotelier diacungi dua jempol kanan dan kiri. Psst, satu yang mereka tidak tahu adalah, bahwa saya memang pendiam kelas berat. Saya sering nongkrong bareng mereka, tapi saya sejak kecil jarang sekali bicara, hanya seperlunya saja.

    Buat saya, bekerja sendiri itu jauh lebih menyenangkan daripada santai-ngobrol-sembari ngemil-sembari kerja di back area hotel. Melakukan tugas di checklist harian dan melampauinya dengan melakukan preparation function (acara hari itu atau esoknya) adalah lebih rewarding buat saya dibandingkan kesana kemari seakan tidak ada kerjaan. 

    Sebagian orang, awalnya, menganggap saya carmuk, tapi setelah melihat cara kerja saya setiap hari, mereka pun memaklumi saya sebagai si gila kerja. Workaholic. No prob. You senang, I senang. You not happy, I senang more! Itu motto kami di hotel tempat kami bekerja dulu. Sadis ya!

    Anyway busway, saya awali dulu kisah nyata ini dengan tulisan singkat di atas, dan akan sambung lagi kapan-kapan kalo inget. Bye now!


  • GET A FREE QUOTE NOW

    I'm all yours for Hyperhidrosis solutions, English training, translation and virtual assistance, tour and travel Indonesia.

    Followers

    Search This Blog

    Naz Kamal. Powered by Blogger.
    ADDRESS

    Green Lake View Apt Ciputat ID

    EMAIL

    Kamalnazhan@Gmail.Com

    MOBILE

    +62-811-816-2124